Apakah kamu
pernah mengerti. Jika seandainya udara, langit, semesta tak menghiraukanmu
lagi. Sedih dirasa karena ulah sendiri.
Kamu, yang masih terduduk rapi, beranjaklah
pergi
Bersegeralah berlari,
Usah hiraukan jika nanti saat kembali, tak kau
temui aku lagi.
Terlihat beberapa akar masih kuat
Tak sedikit mata air masih bening
Kamu,
Ku ingatkan sekali lagi,
Cepatlah pergi, atau nanti tiada satu pun
mengenalmu lagi.
Sepotong
memori hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar