Selalu ada, apa yang orang lain tak mengerti tentang kita.
Tak dapat menilai seseorang dari apa yang tampak saja. Apapun selalu ada
perjuangan, sekecil apapun. Cepat menyimpulkan, terkadang menjadi kelemahan
kita. Ada yang selalu bahagia. Tapi ternyata tidak. Ada yang menurut kita
sering kesusahan, namun ternyata dia lebih bahagia dari apa yang kita
sangkakan. Ukuran kebahagiaan tak dapat dinilai dari apa yang tampak saja.
Kebahagiaan ada di hati. Jangan pernah iri dengan kebahagiaan orang lain. Ada
saatnya sendiri-sendiri. Terkadang hidup yang kau keluhkan adalah hidup yang
orang lain inginkan. Allah tak akan
membebani ujian kepada hambaNya, kecuali Allah Maha Tahu yang tepat buat
hambaNya. Jangan mengeluh. Percayalah, semua akan baik-baik saja. Berdoa,
Wahai Allah, tambahkanlah kesabaran kepada kami, bimbing langkah kami untuk
senantiasa bisa menyelesaikan ujian, sungguh ada hikmah di balik itu.
Tersenyumlah untuk hidup, sambutlah ujian dengan keikhlasan, ada surga yang
sudah Allah siapkan bagi siapa yang ikhlas dan sabar.
BAHAGIA ITU HATI
Minggu, 25 Desember 2016
Rabu, 07 Desember 2016
Seharusnya kaulah yang lebih tahu tentang sikapmu, tapi kaulah yang tidak konsisten untuk itu. Orang dihargai salah satunya dengan konsistennya,
Mengapa harus ku berpikir panjang untuk mengendalikannya. Sedangkan di setiap waktu ada saja rasa yang datang untuk ku ulang memori itu. Kau boleh berkata apa saja tentang itu. Kau pergi sejauh apapun sesungguhnya aku tak peduli. Namun ada yang mendatangkanmu. Jadi aku harus bersikap apa? Apa aku salah jika setiap waktu aku mengubur dalam-dalam perasaanku. Kau yang menyuruhku, namun kau juga yang melarangku. Lalu, apa maumu?
IT'S
Mahasiswa, bukan lagi SMA, yang harus tahu bahwa masa remaja
yang paling menyenangkan adalah waktu itu. Bukan lagi SMP, yang disuruh baru
akan bergerak. Tapi kita mahasiswa, masa transisi menuju gerbang kedewasaan
yang sebenarnya. Tidak harus dengan disuruh lalu bergerak, tapi bergerak tanpa
ada suruhan. Jadilah mahasiswa peka dan tahu diri. Kapan saatnya yang kecil tak
perlu dibesar-besarkan. Tidak dengan emosi untuk merespon keadaan yang tidak
nyaman di hati. Tahu kapan saatnya bercanda dan serius. Jangan gagal jadi
dewasa. Jangan melulu membicarakan orang lain dan tentang pribadi tertentu.
Bicarakan masalah dunia, namun temukan solusinya. Sudah saatnya kita peka dan
tahu diri.
Dimanapun kamu
belajar, dimanapun kamu mencari kebenaran
Teruntuk jiwa yang terombang-ambing
Tak usah bersedih, selama pagi masih menyapa
Gantungkan harapan setinggi-tingginya, pasti nanti akan
tercapai, biidznillah
Teruntuk jiwa yang merasa kecil,
Tak usah berat langkahkan kaki,
Teruslah maju, tapi terkadang perlu untuk menengok
Tapi, sebentar saja
Takutnya nanti ada angina yang lebih besar disana
Jika kamu punya tujuan di ujung, maka berhenti bukan jadi
pilihan
Sekali lagi, teruslah maju
Jatuh, nikmatilah, bangun lagi
Apapun kondisinya, apapun rasanya
Jangan berhenti,
Selama kita masih di bumi Allah dan dengan ilmu yang benar
Kita, patut terkandidat menjadi orang hebat
Menangislah, namun tidak berlarut
Basahi sejenak wajahmu
Katakan pada tiap tetes yang jatuh
Teruntuk jiwa siapapun
Perbedaan itu pasti,
Namun, dari yang demikianlah kamu akan tampak lebih menawan
Dengan syarat kamu masih pada koridorNya
Perjalanan ini tak mudah, tak cukup fisik, namun hati perlu
ditangguhkan
Ada satu kekuatan yang tak pernah padam
Ada Allah, mintalah untuk terus menggenggam mimpi dan
harapanmu
Serahkan padaNya
Pasti, akhirnya keputusan terbaik dariNya akan diberikan.
InsyaAllah
Merasa kecillah atas ketaatan orang lain pada Allah. Namun tidak pada banyak hartanya. Menangislah karena kesalahanmu, tapi bukan karena memberontak keluh kesah. Semua Allah yang ngatur. Tugas kita, jalani apa adanya dengan syukur, sabar dan ikhlas. Jangan lupa doa, nikmati proses. Merasa tidak nyaman? Tidak sesuai dengan kehendak hati? Bersyukurlah, Allah sedang mendidik hatimu, mempersiapkan menjadi pribadi yang tangguh.
Selasa, 06 Desember 2016
Kau hanya butuh waktu. Karena semua
hal terjadi tidak dengan sendirinya, perlu usaha, namun juga perlu sejenak
istirahat. Jangan memaksakan semua bisa dilakukan dengan hasil yang terbaik,
karena usaha maksimal terkadang membuat kita lupa akan hak apa yang ada pada
diri kita. Namun bagaimana caranya agar
hasil yang kita peroleh tidak mengecewakan?
Setiap waktu, setiap peristiwa yang
kita lakukan dalam hari-hari kita tak ada yang sia-sia. Semua punya hikmahnya
sendiri.
Kau tidak lemah, kau bisa. Hanya
saja kau perlu meyakinkan dirimu bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tidak ada
hal yang perlu ditakutkan. Tenanglah sebentar, semua tidak menuntut untuk hasil
yang sempurna. Jangan membebani dirimu sendiri. Mungkin bisa sedikit lebih
terbuka kepada orang yang kau percayai, walaupun terkadang itu terlihat sulit
bagimu. Bersahabatlah dengan waktu yang selalu menuntutmu untuk terus bekerja
dan berpikir. Kau cerdas dan aku tahu itu. Tapi, ada saatnya kau harus lebih
terlihat slow, santai. Tak selamanya kau jadi budak dari tumpukan kertas yang
harus kau selesaikan pada hari-harimu. Aku bilang lagi, jangan membebani dirimu
sendiri untuk menuntut semuanya seperti apa yang mereka mau. Kau punya waktu
sendiri bukan? Ya walaupun itu semua telah diatur agar kau menyelesaikan tepat
waktu. Percayalah semua akan ada waktunya. Hanya permainanlah yang kau lalui.
Nanti pada saatnya kau akan lebih bisa menghela nafas akan kerja yang telah kau
lakukan. Jadikan itu motifasi untuk masa depanmu. Ikutilah alurnya, jangan
berpikir terlalu jauh nanti kau lupa siapa dirimu. Tenang, karena terbiasa
dituntut akan membuat pribadimu untuk lebih tegar. Percayalah bahwa dirimu bisa
menyelesaikan itu semua. Kau butuh sedikit lebih pelan. Agar kau bisa merasakan
bahwa waktu bisa kau jadikan sahabat yang setiap detiknya ada hal positif. Ku
harap kau paham maksudku. Setiap menit yang berlalu, setiap hal yang kau temui
adalah pembelajaran, untuk mendidik menjadi jiwa yang yang sabar, ikhlas. Kau
bisa mengambil waktu hanya 10 menit untuk diam dan merenung tentang apa yang
kau lakukan hari ini. Apa ada yang salah, haruskah ada yang diperbaiki. Hikmah
apa saja yang ada. Kau bukan orang lemah, kau bisa menjadi orang hebat. Aku yakin
kau harus lebih yakin. Jawabannya mulai kau susun dari sekarang. Semuanya telah
diatur ke jalan yang kau mau, namun terkadang kau tak menyadarinya dan
menganggap itu menyita waktumu. Tersenyumlah yang tulus, bukan paksaan.
Ku pikir kau perlu menelaah tentang
hidup para ulama terdahulu. Mengapa hidupnya begitu produktif dan berjalan
tanpa ada paksaan dan merasakan arti kebahagiaan yang sebenarnya. Karena tak ada
pertolongan lain selain kau harus memprioritaskanNya daripada yang lain. Itu
kuncinya. Jangan gunakan sisa waktu untuk itu, tapi prioritaskan hal itu lebih
dulu dari segalanya. Setelah itu, yakinlah semua kan terlihat lebih mudah.
Tidak ada pembelajaran tentang kesuksesan kecuali tentang Rasulullah, para
sahabat dan ulama terdahulu. Bagaimana berkah hidupnya hingga sampai sekarang
ilmunya masih dipakai.
Allah dekat, ada di hatimu, minta
tolonglah denganNya, mintah dipermudahkanlah urusanmu. Kau perlu :
- Jangan tunda sholat, sesibuk apapun. Karena hari itu kau tak mungkin bisa tetap bernafas dan merasakan dunia tanpa kekuasaanNya.
- Prioritaskan Allah di atas segalanya.
- Idolakan para ulama, cari tahu tentang hidupnya yang berkah.
Kau akan bisa lebih tenang.
Percayalah,
Aku hanya bisa berbagi pengalaman
ini denganmu. Pengalaman teman-teman yang pernah juga merasakan apa yang kamu
rasakan. Memang semua masih tahap belajar begitupun aku, aku tidak bermaksud
mengguruimu, aku hanya berbagi sebisaku.
Allah dekat, lebih dekatlah
denganNya, semuanya akan Allah atur.
Berkorbanlah untuk masa depanmu,
sedikit saja bukan seluruhnya. Maksimal tapi tidak mendholimi diri sendiri.
Sebisanya tapi tidak seenaknya sendiri. Ilmu dunia itu mudah asalkan kau
letakkan Allah dihatimu. Mengadulah padaNya, tentang apa yang kau mau.
Bismillah, semangat. Jangan pernah
takut.
Angin senja
begitu romantis
Setia membelai
Hingga larut pada kedinginan
Begitu kejam yang disana
Sudah dibilang, aku hanya butuh pendek kata,
bukan dirimu
Wahai malam
Sudah kau ingatkan dia untuk jaga kesehatan?
Aku hanya memberitahumu
Hujan,
Cukup deras kau bawa pergi semua mimpiku
Pelangi kan tiada pernah lagi bersua
Aku tertawa dalam pelukan bulan
Apa yang ku kata, tak lagi dicerna
Bodoh
Buat apa lari, nyatanya kaki ini cukup menari
Yang ku kata,
Tak lagi dicerna
Apakah kamu
pernah mengerti. Jika seandainya udara, langit, semesta tak menghiraukanmu
lagi. Sedih dirasa karena ulah sendiri.
Kamu, yang masih terduduk rapi, beranjaklah
pergi
Bersegeralah berlari,
Usah hiraukan jika nanti saat kembali, tak kau
temui aku lagi.
Terlihat beberapa akar masih kuat
Tak sedikit mata air masih bening
Kamu,
Ku ingatkan sekali lagi,
Cepatlah pergi, atau nanti tiada satu pun
mengenalmu lagi.
Sepotong
memori hari ini.
Selalu
menantang matahari.
Mengikuti kemanapun pergi.
Siap tertekan, sejatinya sadar.
Tidak pernah bisa sama, sekeras usahanya
Tertuju pada satu padangan
Hingga lupa, bagaimana dirinya.
Tak mengerti, bahwa ia lebih menjulang.
Cantik, setiap yang bersua menjadi tunduk.
Namun, ia tak sepanas nyala matahari.
Nyala dalam keramahan.
Buka mulutmu
atau angkat suaramu
Mau minta berapa kamu?
Silahkan, saya pamrih tetap saja diterima.
Giliran sekarang?
Kalah?
Sudah puas?
Bagaimana hutangnya?
Gelagak tawa itu seakan menjadi-jadi
Bak kepuasan tiada tara
Rasakan
Nikmati saja
Sakit?
Jelas
Yang disana sibuk mengisi bensin motor
Maaf nomor yang anda tuju tidak aktif
Sedang konvoi kemenangan
Surga, kami datang
Sudah mengerti tentang permainan politik?
Ya seperti ini
Yang menang tertawa licik
Yang kalah terbelit hutang
Katanya putih?
Suci?
Bersih?
Buktinya?
Buka mata atau lihat dari hati
Jujur bukan lagi pribadi
Tapi suap sudah seperti jati diri
BUKA MATA, HATI dan FIKIRAN
Kurang apa pendidikan moral waktu ingusanmu?
Tak tersentuhkah pada kejujuran dan keadilan
Yang benar semakin terinjak
Sabar,
Hanya sebuah permainan.
AKU DAN PUISI SINGKATKU
Di selasar perjalanan jati
diriku
Di lorong-lorong hampa
Dan gema tanpa sebuah alunan
Ratapan bata yang kelam
Terdiam dan terbisu
Bayanganku yang membelah akan masa dimana aku
mulai menapaki arti kehidupan
Di senja yang mendendam
Karena ku pada sosok impian
Saat jarak memisahkan,
Tapi aku hanya ingin kebahagiaan diantara kita
itu nyata
Dengan kepastian dan kepercayaan
Kerinduan yang bertatap
Kesetiaan yang ku tanamkan..
Jangan berhenti mencintaiku
Meski mentari berhenti bersinar
Jangan berubah sedikitpun
karena denganmu, ku temukan BAHAGIA...
Langganan:
Postingan (Atom)