Setia bukan saja milik milik siapa yang sudah saling memiliki, yang sudah saling membersamai.
Setia, juga ketika kau telah menetapkan hati untuk memilihnya, meski belum waktunya kau selalu menatap matanya. Meski kau harus berjuang untuk mendapatkannya, kau juga perlu setia hinga senyumnya selalu kau dapati di pagi hari. Ketika jarak begitu jauh, kau perlu mendoakannya, pinta yang terbaik, meski banyak pilihan yang lebih baik. Saat itu, kesetiaanmu bukan karena telah memilihnya saja, tapi karna kau masih memperjuangkannya. Meski di ujung pengharapan kau tak kan pernah tahu, hati mana yang pantas membersamaimu hinga masa tuamu. Hanya perlu bersabar dan perjuangkan selagi baik. Adukan padaNya, jika setiamu tak kau ikat dengan kesabaran, maka tinggalkanlah. Hatinya hanya milikNya. Kejarlah dengan caraNya, pintalah dengan caraNya, dekati dan doakanlah dia dengan caraNya. Karena cinta yang suci, yang bersemi hanya datang dengan ridhoNya.