Sahabat shalihah - GENERASI 07
Rabu, 08 November 2017
Kata Syaikh Abu Ubaidah Masyur : Tempat yang paling baik menimba ilmu bagi seorang wanita adalah seorang suami yang shalih. Yang mencintai ilmu dan senantiasa bertaqwa pada Allah.
begitu?
.
Dan lelaki shalih itu nggak harus ustad kok. Nggak harus yang pintar berceramah. Cukup seseorang yang selalu mengajakmu dalam kebaikan. Yang membantumu semakin dekat dengan Allah.
.
Adalah lelaki itu?
.
In syaa Allah ada. Tinggal yang jadi pertanyaan, mau nggak lelaki itu melamarmu.
.
Ha? Maksudnya?
.
Maksudnya... kan yang baik untuk yang baik pula ya? Maka, jangan bermimpi mendapatkan lelaki shalih jika kamu tidak berikhtiar tuk jadi shalihah.
.
Hijrahkan diri menjadi lebih baik. Berkata-kata dengan santun, menutup aurat, duduk di majelis ilmu dan menebar kebaikan pada sesama. In syaa Allah dengan begitu, bukan kamu yang mencari lelaki shalih, tapi lelaki shalih itulah yang justru mencarimu.
.
Ciye-ciye banget kan? ;)
.
((Aby A. Izzudin))
begitu?
.
Dan lelaki shalih itu nggak harus ustad kok. Nggak harus yang pintar berceramah. Cukup seseorang yang selalu mengajakmu dalam kebaikan. Yang membantumu semakin dekat dengan Allah.
.
Adalah lelaki itu?
.
In syaa Allah ada. Tinggal yang jadi pertanyaan, mau nggak lelaki itu melamarmu.
.
Ha? Maksudnya?
.
Maksudnya... kan yang baik untuk yang baik pula ya? Maka, jangan bermimpi mendapatkan lelaki shalih jika kamu tidak berikhtiar tuk jadi shalihah.
.
Hijrahkan diri menjadi lebih baik. Berkata-kata dengan santun, menutup aurat, duduk di majelis ilmu dan menebar kebaikan pada sesama. In syaa Allah dengan begitu, bukan kamu yang mencari lelaki shalih, tapi lelaki shalih itulah yang justru mencarimu.
.
Ciye-ciye banget kan? ;)
.
((Aby A. Izzudin))
Shalihah, jadilah seperti mutiara, yang tertutup rapi oleh kerang yang kokoh, mempunyai rasa malu, mahal harganya, susah didapat & hanya pejuang hebat dan punya kesungguhan yg mampu mendapatkannya. Dan, jangan seperti mekarnya bunga. Cantik, namun mudah disentuh oleh siapapun, kumbang pun datang. Namun bunga hanya diam. Muliakanlah dirimu, semuliamu wanita yang namanya diabadikan dalam Qur'an yaitu surat An-Nisa'. Jaga hatimu, karena parasmu itu mulia. Jaga dirimu, karena kamu adalah mutiara. Berubahlah menjadi baik, sesuai dengan perintahNya, hingga nantinya kau benar-benar pantas untuk menjadi mutiara.
Tetap saja namanya perempuan. Seikhlas apapun ia menerima keadaan, selapang apapun hatinya memaafkan, tetap saja namanya perempuan. Hatinya yang tergores luka, terkadang susah untuk disembuhkan. Perempuan pandai menyembunyikan perasaannya. Hingga kadangkala, kalian tak pernah mengerti apa yang sedang ia pikirkan. Seindah apapun kalian merangkai kata-kata, jika tak ada kehati-hatian dalam menyusunnya, maka kalian akan mendapati kesedihannya yang tak pernah kalian bayangkan. Namun, perempuan memiliki perasaan yang luas, hanya saja di bagian mana ia akan menjatuhkan perasaannya. Maka, perempuan.. Jaga hati dan diri baik-baik. Jatuhkan perasaanmu pada siapa yang pantas untuk dirimu. Hingga kau menemukan sebuah keserasian, yang bisa menjaga lika-liku perasaanmu, bukan membuatmu selalu penasaran, namun yang membuatmu nyaman. Pada akhirnya, kau bisa menyatukan langkah bersama dengan perasaan seseorang yang kau jatuhkan pilihanmu padanya. ((IF))
Langganan:
Postingan (Atom)