Kesalahan terberat apa yang
pernah dilakukan, sehingga membuat begitu sungkan untuk menghabiskan beberapa
waktu bertatap. Pernah terfitnah, tapi tak pernah melihat dengan mata yang
jelas, siapa sebenarnya yang salah? Memvonis itu bisa dilkakukan semua orang,
tapi apa bisa membuktikan secara gamblang. Terhadapa orang yang terdholimi,
satu kata yang harus disimpan. HATI-HATI. Kata yang harusnya selalu terngiang,
agar apa yang dilakukan tidak gegabah. Diri tidak sejahat itu. Ketika dibilang
bahwa orang yang paling perasa itu ada, apakah tidak pernah mengira rasa itu
juga ada? Sepertinya, belum terlalu lama memahami orang, sehingga persoalan
kecil dianggap besar yang akhirnya akan berkelanjutan. Kekanak-kanakan.
Pantaskah? Seharusnya tidak ada pada diri yang setiap harinya berkutip dengan
hal kedewasaan. Tersenyum saja adalah pilihan terakhir, berdoa semoga
terbalaskan yang setimpal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar