Sudah pernah lebih berharap kepadamu. Kau jelas memahami, bagaimana sakitnya dihancurkan. Jangan pernah katakan kepadaku lagi bahwa kau akan menungguku. Kita berteman saja. Selama perjalananku ini, aku tak berkisah apapun, tapi semua berjalan apa adanya. Pernah merasakan hal yang tak terlupakan. Tak lelah aku mengenalmu, kau pun juga begitu. Tapi yang ku tahu dari kejauhan kau tak pernah meninggalkanku berjalan sendiri. Kau selalu mengikutiku, meski tak berjalan beriringan. Kau diam-diam menulis tentangku, meski tak pernah kau ungkap perhatianmu padaku. Karena sejatinya, kita berjalan bersama meski tak berjanji untuk berikat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar