Pages

Bukan Berarti Kalah

Rabu, 25 Januari 2017

Apakah lantas kita membiarkan orang lain sakit hati gara-gara perlakuan kita? Sebelumnya, ku awali dengan sebuah pertanyaan. Cukup sederhana, namun jawabannya tergantung ketajaman hati dalam bersosialisasi. Manusia tempat salah dan lupa. Kadang tidak sengaja, kadang pun sengaja, semua beralasan. Namun apakah akan mengorbankan pertemanan karena sebuah kesalahan kecil yang tak mau diakui kesalahannya. Mengakui kesalahan tidak mengerdilkan diri, bukan juga memperburuk citra diri dan juga bukan berarti kalah. Gengsi? Masih bicara masalah gengsi? Sedangkan kita selalu bersama, menatap pada ruang yang sama dengan langkah dan tujuan yang sama. Apa yang perlu digengsikan. Berani mengakui kesalahan, berani minta maaf akan lebih indah dan membuat persahabatan rasa surga. Apakah justru tidak akan menimbulkan dua kecemasan? Kecemasan tentang terhentinya sapa antar sesama dan fitrah hati untuk mengakui kesalahan tapi kita tidak berani mengakuinya?
Berfikir bijak dengan kebesaran hati, bersama memperbaiki ukhuwah. Karena pengecut sepertinya tidak pantas ada pada diri kita, hanya saja kita takut, dan gengsi menguasai hati. Dan kepada yang tersakiti, sabar dan ikhlaskan. Doakan segala kebaikan untuknya, semoga Allah menjaga kita dari hal sepele yang justru membuat hati tak merasa nyaman. Menjaga itu tak semudah menghancurkan. Dan komunikasi dan kesiapan kita dalam menerima sesuatu adalah sebagian dari kunci kebahagiaan. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS