Pages

Selasa, 06 Juni 2017

Jika Alana begitu mencintai Qur'an, jika Alana begitu percaya bahwa Qur'an adalah obat segalanya..
Lantas, bagaimana dengan kabar iman kita?

"Namanya Alana. Ia lahir prematur dan dikatakan sudah meninggal oleh dokter. Sang Ibu berniat akan membawanya pulang dengan kardus, karena mahal jika memakai ambulance. Qodarullah, bayi yang masih kelihatan organ ususnya itu tiba-tiba muntah. Ia masih hidup. Dokter pun segera melakukan penanganan. Sang ibu bahagia luar biasa. Tapi tak disangka dokter memvonis bayi itu tidak akan bisa bicara dan berjalan.
Tahun demi tahun berlalu. Bayi itu tumbuh besar di bawah asuhan seorang ibu yang penyayang dan penyabar. Ia tumbuh menjadi anak yang sangat istimewa. Ia diistimewakan oleh Allah. Ia memang tidak bisa berjalan seperti yang dikatakan dokter, tapi masyaallah... ia menjadi hafiz cilik, penghafal Al Quran.
Namanya Alana, usia 7 tahun. Asal dari Banjarnegara Jawa Tengah. Bocah laki-laki itu punya keinginan sederhana. Ia ingin berjalan dan berlarian di sawah bersama teman atau saudara. Semua menangis mendengar mimpinya.
Abi Amir sang juri hafiz RCTI berkata, "Nak, di dunia mungkin jalanmu masih tertatih-tatih. Tapi insyaallah engkau akan melesat saat melewati jembatan shiratal mustaqim di akherat nanti." Lantas Abi Amir mencium kaki hafiz cilik ini.

(brilio.net, Jumat (2/6))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS